CINTA JAJAR GENJANG

“CINTA JAJAR GENJANG” ini adalah status fb yang saya kirimkan akhir Novembar 2014 lalu. Percaya nggak sii.. saya cuma buat judulnya saja, isi ceritanya sama sekali belum pernah saya tulis. sebenarnya saya sendiiri nggak tau itu judul maksudnya apa tapi beberapa hari ini saya kepikiran terus tentang judul yang sebenarnya sudah hampir kadaluarsa. ;D

Nggak peduli apa yang mau orang katakan tentang kualitas tulisan saya ini, saya cuma ingat pesan guru KKPI waktu masih SMK dulu kalau Blog kamu ya buku Diary kamu 🙂

kembali pada Cinta Jajar Genjang ya goessss…

“bersambung…………………………………….

Advertisements

COME BACK

Hey hey hey…

Salam pemirsa readers saya punya blog 🙂

COME BACK

iya, saya come back pemirsaa tapi bukan untuk post teori akuntansi dan sejenisnya. saya cuma mau benar – benar menjadikan blog ini sebagai buku harian. berhubung buku harian saya tertinggal di rumah dan saya tidak ingin apa yang muncul dikepala saya hilang begitu saja.

Jatuh bangun dan berulang kali gagal mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi tidak lantas membbuat saya hilang tertelan bumi meratapi kegagalan, itu nggak guna dan hanya buang – buang waktu saja (bagi saya 🙂 ) . sekarang saya bekerja di sebuah PT di Kabupaten Purbalingga, aktivitas baru ini membuat saya lebih terfokus pada cita – cita yang ingin saya wujudkan suatu hari nanti. dan yang terpenting saya tidklah menyerah, bagi saya apa yang saya alami adalah sebuah proses untuk bisa saya jadikan pelajaran dan pengalaman yang akan selalu menjadi cerita unik saat saya sukses nanti.

menyerah berarti kalah, menyerah berarti membiarkan sukses yang sudah sangat dekat itu pergi begitu saja. tidak perduli betapa kacaunya tulisan saya ini, yang saya tau ini adalah tulisanku dan apa yang ada dipikirannku sekarang. 🙂 saya juga tidak terlalu memikirkan adakah yang mau membaca tulisan saya atau tidak yang terpenting adalah kepuasan dan perasaan lega setelah kita menulis. apapun itu…

tak sesederhana tulisan ini readers, pro kontra dalam setiap pengambilan keputusan dalam hidup saya ternyata menjadi rasa tersendiri, yang kemudian membuat saya untuk terus belajar memahami apa yang saya mau, apa yang saya inginkan, apa yang saya butuhkan, dan bagaimana saya bisa mendapatkan. 🙂

buat kalian yang tidak begitu mengerti mungkin tulisan ini terasa aneh, canggung, sulit dipahami atau bahkan konyol. tapi justru itu yang saya inginkan .

to be continued ya readers,, jam istirahatnya hampir habis 🙂

AKUNTANSI ITU MUDAH

HAY HAY….para accounting lovers mania..

pasti kalian bosen yaaa dengan post saya yang materi, naaah makanya post saya yang sekarang saya buat sedikit beda, yaitu materi juga, hehehe.. well .. kita perlu banyak belajar kalau mau banyak pengetahuan…

Image
            Yang harus diperhatikan jika ingin mudah belajar mengenal akuntansi dasar.
1.      Pahami Definisi Akuntansi
Kalian tahu kan akuntansi itu memiliki banyak sekali arti. Yang paling umum ialah suatu proses pencatatan, mengklasifikasikan, meringkas, mengolah dan menyajikan data transaksi yang berhubungan dengan keuangan.
2.      Hafal Nama dan Nomer Akun
Akuntansi terdiri dari akun-akun yang berbeda. Misalnya akun dasar seperti ini. (1) Harta (2) Utang (3) Modal (4) pendapatan (5) Biaya/Beban.
Akun
Bertambah
Berkurang
Harta
D
K
Hutang
K
D
Modal
K
D
Pendapatan
K
D
Biaya/Beban
D
K
3.      Pahami Siklus Akuntansi
Siklus akuntansi dimulai dari bukti transaksi, dicatat dibuat JURNAL, digolongkan di BUKU BESAR, diikhtisarkan di AJP (ayat jurnal penyesuaian) dan buat NERACA SALDO SETELAH DISESUAIKAN kemudian dilaporkan dalam bentuk LAPORAN KEUANGAN yang dibagi 3 bagian seperti Laporan rugi laba, Laporan perubahan modal, dan Neraca.
4.      Rumus Dalam Akuntansi
Dasarnya HARTA – HUTANG + MODAL
Dalam Akuntansi Dagang:
a.       Penjualan bersih = penjualan – pot.penjualan + retur penjualan
b.      Pembelian bersih = pembelian + BAP – pot.pembelian – retur pembelian
c.       Harga pokok penjualan = pembelian bersih + pers.awal – pers.akhir
d.      Laba kotor = penjualan bersih – HPP
e.       Laba usaha = laba kotor – beban usaha
f.       Laba bersih = laba usaha + pendapatan luar usaha – beban luar usaha
g.       Laba bersih stlh pajak = laba bersih – pajak
5.      Pahami Istilah Akuntansi
Bila tidak memahami istilah ini maka kita tidak dapat mengerjakan soal akuntansi.
 
sobaaaat  …. itu dulu yaaaa…….
nantikan postingan saya selanjutnya…. 🙂
 
 
 
 

SEJARAHE AKUNTANSI

Hayyy Guysss…….. 🙂

Jumpa lagi dengan postingan saya yang ke dua .. pasti kalian udah nunggu-nunggu kaaannn ????? (hehe, ngarep dikit lah.. )

Pada postingan  kali ini saya akan mengupas sedikit kulit apel, upps maksud saya mengupas sedikit tentang sejarah akuntansi. So .. jangan ngaku anak akuntansi kalo belum tau sejarahnya ya…

SEJARAH SINGKAT AKUNTANSI

Dimulai sejak manusia mengenal hitungan uang dan meng­gunakan catatan. Pada abad XIV perhitungan rugi laba telah dilakukan pedagang-pedagang Genoa dengan cara menghitung harta yang ada pada akhir suatu pelayaran dan dibandingkan pada saat mereka berangkat.

Tonggak sejarah akuntansi

Dimulai pada tahun 1494 pada saat Lucas Pacioli {Lukas dari Burgos) menerbitkan buku ilmu pasti yang berjudul “Suma de Arilhmalica, Proportioni et Proportionaiita”. Dalam buku itu terdapat satu bab, berjudul ‘Tractatus de Computis et Scriptorio”. yang berisi cara-cara pembukuan menurut catatan berpasangan (double book keepingf).

Pada akhir abad XV, sejalan dengan menurunnya pengaruh Romawi, pusat per­dagangan bergeser ke Spanyol, Portugis, dan Belanda. Akibatnya, sistem akuntansi yang telah dikembangkan Romawi juga ikut berpindah dan digunakan di negara-negara tersebut. Sejak itu perhitungan rugi laba mulai dibuat secara tahunan yang kemudian mendorong dikembangkannya penyusunan neraca secara rutin pada akhir jangka waktu tertentu.

Perkembangan Akuntansi dari Sistem Pembukuan Berpasangan Pada awalnya, pencatatan transaksi perdagangan dilakukan dengan cara sederhana, yaitu dicatat pada batu, kulit kayu, dan sebagainya. Catatan tertua yang berhasil ditemukan sampai saat ini masih tersimpan, yaitu berasal dari Babilonia pada 3600 sebelum masehi. Penemuan yang sama juga diperoleh di Mesir dan Yonani kuno.

Pencatatan itu belum dilakukan secara sistematis dan sering tidak lengkap. Pencatatan yang lebih lengkap dikembangkan di Italia setelah dikenal angka- angka desimal arab dan semakin berkembangnya dunia usaha pada waktu itu.Perkembangan akuntansi terjadi bersamaan dengan ditemukannya sistem pembukuan berpasangan (double entry system) oleh pedagang- pedagang Venesia yang merupakan kota dagang yang terkenal di Italia pada masa itu. 

Dengan dikenalnya sistem pembukuan berpasangan tersebut, pada tahun 1494 telah diterbitkan sebuah buku tentang pelajaran penbukuan berpasangan yang ditulis oleh seorang pemuka agama dan ahli matematika bernama Luca Paciolo dengan judul Summa de Arithmatica, Geometrica, Proportioni et Proportionalita yang berisi tentang palajaran ilmu pasti. 

 Namun, di dalam buku itu terdapat beberapa bagian yang berisi palajaran pembukuan untuk para pengusaha. Bagian yang berisi pelajaranpe mbukuan itu berjudul Tractatus de Computis et Scriptorio. Buku tersebut kemudian tersebar di Eropa Barat dan selanjutnya dikembangkan oleh para pengarang berikutnya. 

Sistem pembukuan berpasangan tersebut selanjutnya berkembang dengan sistemyang menyebut asal negaranya, misalnya sistem Belanda, sistem Inggris, dan sistem Amerika Serikat. 

Sistem Belanda atau tata buku disebut juga sistem Kontinental. 

Sistem Inggris dan Amerika Serikat disebut Sistem Anglo- Saxon2. 

Perkembangan Akuntansi dari Sistem Kontinental ke Anglo- Saxon Pada abad pertengahan, pusat perdagangan pindah dari Venesia ke Eropa Barat. Eropa Barat, terutama Inggris menjadi pusat perdagangan pada masa revolusi industri. Pada waktu itu pula akuntansi mulai berkembang dengan pesat.

Pada akhir abad ke-19, sistem pembukuan berpasangan berkembang di Amerika Serikat yang disebut accounting (akuntansi). Sejalan dengan perkembangan teknologi di negara itu, sekitar pertengahan abad ke-20 telah dipergunakan komputer untuk pengolahan data akuntansi sehingga praktik pembukuan berpasangan dapat diselesaikan dengan lebih baik dan efisien.

Pada Zaman penjajahan Belanda, perusahaan- perusahaan di Indonesia menggunakan tata buku. Akuntansi tidak sama dengan tata buku walaupun asalnya sama-sama dari pembukuan berpasangan. Akuntansi sangat luas ruang lingkupnya, diantaranya teknik pembukuan.

Setelah tahun 1960, akuntansi cara Amerika (Anglo- Saxon) mulai diperkenalkan di Indonesia. Jadi, sistem pembukuan yang dipakai di Indonesia berubah dari sistem Eropa (Kontinental) ke sistem Amerika (Anglo- Saxon).

Akuntansi sebagai suatu seni yang mendasarkan pada logika matematik – sekarang dikenal sebagai “pembukuan berpasangan” (double-entry bookkeeping) – sudah dipahami di Italia sejak tahun 1495 pada saat Luca Pacioli (1445 – 1517), yang juga dikenal sebagai Friar (Romo) Luca dal Borgo, mempublikasikan bukunya tentang “pembukuan” di Venice. Buku berbahasa Inggris pertama diketahui dipublikasikan di London oleh John Gouge atau Gough pada tahun 1543.

Sebuah buku ringkas menampilkan instruksi akuntansi juga diterbitkan pada tahun 1588 oleh John Mellis dari Southwark, yang termuat perkataanya, “I am but the renuer and reviver of an ancient old copie printed here in London the 14 of August 1543: collected, published, made, and set forth by one Hugh Oldcastle, Scholemaster, who, as appeareth by his treatise, then taught Arithmetics, and this booke in Saint Ollaves parish in Marko Lane.” John Mellis merujuk pada fakta bahwa prinsip akuntansi yang dia jelaskan (yang merupakan sistem sederhana dari masukan ganda/double entry) adalah “after the forme of Venice”.

Pada awal abad ke 18, jasa dari akuntan yang berpusat di London telah digunakan selama suatu penyelidikan seorang direktur South Sea Company, yang tengah memperdagangkan bursa perusahaan tersebut. Selama penyelidikan ini, akuntan menguji sedikitnya dua buku perusahaan para. Laporannya diuraikan dalam buku Sawbridge and Company, oleh Charles Snell, Writing Master and Accountant in Foster Lane, London. Amerika Serikat berhutang konsep tujuan Akuntan Publik terdaftar pada Inggris yang telah memiiki Chartered Accountant di abad ke 19.

MARI MENGENAL BUKTI TRANSAKSI

BUKTI TRANSAKSI

Hayy para accounting, salam balance selalu…

Ini adalah postingan pertama saya, semoga bisa bermanfaat untuk para accounting semua.

Meskipun dalam postingan ini tentu masih banyak kekurangan, yang perlu untuk diperbaiki lagi.

Selamat membaca…………

ANALISIS BUKTI TRANSAKSI

Sasaran akuntansi adalah transaksi keuangan. Setiap transaksi keuangan harus didukung dengan bukti transaksi sehingga tidak ada pencatatan akuntansi tanpa bukti transaksi. Bukti suatu transaksi dicatat apabila transaksi yang bersangkutan sudah memenuhi keabsahan formal maupun materil. Keabsahan suatu transaksi dapat diidentifikasi (ditentukan) berdasarkan analisis bukti transaksi.

Analisis bukti transaksi pada dasarnya meliputi kegiatan sebagai berikut :

  1. Identifikasi (penentuan) keabsahan fisik bukti transaksi, artinya menentukan pihak mana yang mengeluarkan (intern atau ekstern) serta meneliti kebenaran identitas fisik bukti transaksi yang bersangkutan;
  2. Identifikasi transaksi (transaksi apa) dan meneliti apakah transaksi dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan yaitu dengan meneliti tanda tangan pihak-pihak yang terkait dengan terjadinya transaksi yang bersangkutan;     .
  3. Menentukan kebenaran penghitungan nilai uang yaitu dengan meneliti penghitungan yang dilakukan dan kebenaran penerapan metode yang digunakan serta peraturan perpajakan yang berlaku (jika transaksi terkait dengan metode dan peraturan perpajakan).
    Bukti transaksi yang telah dinyatakan absah baik secara formal maupun materil menjadi sumber pencatatan akuntansi. Sementara bukti transaksi yang telah dicatat dijadikan sebagai dokumen pencatatan.

MACAM-MACAM BUKTI TRANSAKSI

a. Bukti intern
Adalah bukti transaksi yang dibuat dan dikeluarkan oleh perusahaan yang bersangkutan, sehingga yang dijadikan sumber dan dokumen pencatatan oleh perusahaan biasanya lembar kedua (copy). Sementara lembar satu (asli) diserahkan kepada pihak luar yang terkait.

b. Bukti ekstern
Adalah bukti transaksi yang diterima perusahaan dari pihak luar yang membuat dan mengeluarkan bukti transaksi yang bersangkutan.

Kuitansi

Kuitansi adalah tanda bukti terjadinya pembayaran yang ditandatangani oleh pihak penerima uang. Kuitansi harus dibubuhi materai pada jumlah tertentu sesuai dengan peratuaran yang berlaku. Lembar asli diserahkan kepada pihak yang membayar, sedangkan tembusan atau bagian sus/potongannya disimpan pihak penerima.

Nota Kontan

Nota kontan adalah tanda bukti pembelian barang secara tunai yang dibuat oleh penjual dan diberikan kepada pembeli. Nota kontan dibuat minimum rangkap dua. Aslinya diserahkan kepada pihak pembeli dan tembusannya disimpan pihak penjual untuk bukti transaksi.

Faktur

Faktur adalah perhitungan jual beli secara kredit yang dibuat oleh penjual. Faktur asli diberikan kepada pembeli sebagai bukti pembelian kredit. Sedangkan tembusannya atau copy-nya disimpan penjual sebagai bukti penjualan kredit.

Nota Kredit

Nota Kredit adalah surat bukti terjadinya pengurangan piutang usaha karena adanya pengembalian barang dagangan atau penurunan harga karena terjadinya kerusakan atau ketidak sesuaian kualitas barang yang dikirim dengan yang dipesan. Nota kredit dibuat dan ditandatangani oleh penjual. Arti nota kredit adalah penjual mengkredit (mengurangi) piutang usaha yang akan ditagih ke pembeli. Lembar asli diberikan kepada pembeli, sedangkan tembusannya/copy-nya disimpan penjual.

Nota Debit

Nota debit adalah surat bukti terjadinya pengurangan utang usaha karena adanya pengembalian barang dagangan atau penurunan harga yang dibuat oleh pihak pembeli. Arti nota debit adalah mendebit (mengurangi) utang usaha pembeli yang harus dilunasi.

Lembar asli dikirimkan oleh pembeli kepada penjual bersamaan pengiriman kembali barang yang dibeli, sedangkan tembusannya/copy-nya disimpan oleh pembeli sebagai arsip dan bukti pencatatan.

Cek

Cek adalah surat perintah dari pemegang rekening giro (penyimpan dana) kepada banknya supaya mengeluarkan sejumlah uang untuk diberikan kepada pembawa cek/pihak penerima pembayaran, sedangkan pihak yang melakukan pembayaran menyimpan sus/potongannya.

Cek sebenarnya bukan surat bukti melainkan alat pembayaran. Oleh karena itu, pengeluaran cek harus disertai penerimaan kuitansi.

Bilyet Giro

Bilyet Giro adalah alat pembayaran kepada pihak lain dengan cara memindahkan saldo rekening bank pihak yang membayar kepada rekening pihak yang menerima. Seperti halnya cek, bilyet giro dibuat oleh pihak pembayar. Pihak penerima bayaran menerima lembar bilyet giro, sedangkan pihak pembayar menyimpan sus/potongannya yang harus disertai penerimaan kuitansi.

Memo

Memo adalah bukti transaksi yang dibuat oleh pimpinan perusahaan untuk bagian-bagian lain di perusahaan tersebut yang berisi perintah pencatatan suatu kejadian.

Sekian dulu yaaa, postingan saya kali ini semoga bisa berguna dan bermanfaat .Mohon saran dan kritikannya. 🙂

Make Your Dream Come True